Category : Informasi | Sub Category : Umum Posted on 06-Apr-2026 09:53:23
Fasilitas cloud atau komputasi awan Amazon, Amazon Web
Services (AWS) di Bahrain kembali terkena dampak serangan Iran pada Rabu (1/4),
menurut sumber Financial Times. Serangan itu terjadi hanya sehari setelah Iran
mengancam akan menargetkan belasan perusahaan teknologi Amerika Serikat yang
diklaim membantu operasi teror AS – Israel, Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC
mengatakan, serangan bakal dimulai pada 1 April.
Amazon tidak termasuk dalam daftar awal raksasa teknologi
besar yang kantor cabangnya di Timur Tengah, yang menjadi incaran Iran.
Perusahaan yang ditargetkan justru mencakup Apple, Google, Meta, Microsoft, HP,
Tesla, Nvidia, Oracle, Boeing, IBM, dan Cisco.
Menurut Press TV Iran, ancaman itu juga mencakup serangan
yang dimulai pukul 8 malam waktu Iran. Waktu serangan di Bahrain tidak
disebutkan secara spesifik dalam laporan Financial Times, tetapi kemungkinan
terjadi sebelum waktu mulai yang diancamkan.
Iran tengah gencar menyerang negara-negara Teluk dengan
rudal dan drone. Hal ini sebagai balasan atas serangan AS - Israel terhadap
infrastruktur industri Iran, yang diluncurkan dari pangkalan di negara-negara
Teluk.
Media Iran secara berkala telah mengumumkan tentang ancaman
militer yang menargetkan perusahaan-perusahaan Amerika yang beroperasi di
wilayah tersebut selama kurang lebih tiga minggu terakhir. Dalam kurun waktu
itu, fasilitas layanan cloud Amazon, AWS di Timur Tengah telah mengalami
serangan Iran setidaknya dalam empat kesempatan terpisah, dengan tiga serangan
di antaranya terjadi di Bahrain.
Pada Rabu (1/4), kedutaan besar Inggris di Arab Saudi
memperingatkan warganya untuk menghindari bisnis, organisasi, dan fasilitas
yang terkait dengan AS di negara tersebut, menurut laporan Financial Times.
Serangan-serangan itu menandai pertama kalinya pusat data raksasa teknologi
Amerika menjadi sasaran aksi militer.
RINGKASAN: