Category : Informasi | Sub Category : Umum Posted on 13-Jan-2026 10:40:37
Penipuan dengan modus phishing yang memanfaatkan kode QR seperti QRIS, melonjak lima kali lipat selama Juli sampai Desember 2025, menurut data Kaspersky. Phising adalah istilah kejahatan siber ketika pelaku penipuan menyamar sebagai individu tepercaya yang berupaya memancing calon korban agar memberikan informasi sensitif, seperti kata sandi, nomor kartu kredit beserta PIN, dan data bank lainnya, sebagaimana dikutip dari laman Microsoft.
Media yang digunakan oleh penipu untuk menyebarkan kode QR
beragam, salah satunya email. Misalnya, pelaku berpura-pura sebagai petugas
bank meminta calon korban melakukan verifikasi ulang password atau OTP dengan
menyertakan kode QR yang sebetulnya memuat situs palsu untuk mencuri data
login.
Kaspersky mendeteksi email phishing dengan kode QR berbahaya
meningkat lebih dari lima kali lipat, yakni dari 46.969 pada Agustus menjadi
249.723 pada November 2025. “Ini
menunjukkan tren baru pemanfaatan kode QR sebagai sarana menyembunyikan tautan
berbahaya yang lebih sulit terdeteksi oleh solusi keamanan konvensional,”
demikian dikutip dari laporan, Senin (5/1).
Perusahaan keamanan siber itu mengungkapkan modus yang
digunakan oleh pelaku penipuan yang memanfaatkan kode QR. Mereka mengirimkan
email yang dibuat seolah-olah dari lembaga resmi, dengan melampirkan file PDF
yang di dalamnya memuat kode QR. Calon korban diminta memindai kode QR itu.
Setelah dipindai, calon korban diarahkan ke berbagai skema penipuan, mulai dari
halaman login palsu hingga rekayasa sosial lanjutan.
Tautan berbahaya dalam kode QR tersebut antara lain mengarah
ke formulir phishing yang meniru halaman login layanan populer seperti akun
Microsoft atau portal internal perusahaan untuk mencuri nama pengguna dan kata
sandi. Ada juga modus pelaku mengatasnamakan departemen sumber daya manusia
(HR) dengan dalih meminta karyawan meninjau atau menandatangani dokumen
penting, termasuk jadwal liburan atau daftar pemutusan hubungan kerja.
Modus lain yang ditemukan yakni pengiriman faktur atau
konfirmasi pembelian palsu dalam bentuk PDF yang dipadukan dengan taktik
vishing atau phishing suara. Korban diarahkan untuk menghubungi nomor tertentu
guna membatalkan atau mengklarifikasi transaksi, yang kemudian dimanfaatkan
pelaku untuk melakukan manipulasi lebih lanjut.
Kaspersky menilai pelaku memanfaatkan kebiasaan dan
kepercayaan karyawan terhadap email bisnis sehari-hari. Akibatnya, korban bisa
tanpa sadar memberikan data penting, seperti nama pengguna dan kata sandi, yang
kemudian berujung pada pembobolan akun, kebocoran data, hingga penipuan
keuangan.
“Kode QR berbahaya kini menjadi salah satu metode phishing
paling efektif, terutama ketika disembunyikan dalam lampiran PDF atau dikemas
sebagai email resmi, misalnya pemberitahuan dari departemen HR,” ujar Pakar
Anti Spam Kaspersky Roman Dedenok. “Tanpa sistem keamanan email yang mampu
mendeteksi gambar berbahaya dan kebiasaan memindai kode QR secara aman,
organisasi berisiko mengalami pencurian akun dan serangan lanjutan,” Roman
menambahkan.
RINGKASAN:
1. Penipuan dengan modus phishing yang memanfaatkan kode QR mengalami lonjakan signifikan karena mampu menyembunyikan tautan berbahaya. Metode ini lebih sulit dideteksi oleh solusi keamanan konvensional dibandingkan tautan biasa.
2. Pelaku umumnya mengirimkan email yang seolah-olah resmi, melampirkan file PDF berisi kode QR. Setelah dipindai, korban diarahkan ke situs palsu yang dirancang untuk mencuri data sensitif seperti kata sandi dan informasi bank.
3. Modus ini sangat efektif karena mengeksploitasi kepercayaan pengguna terhadap komunikasi bisnis sehari-hari. Serangan ini berisiko tinggi mengakibatkan pembobolan akun, kebocoran data, hingga kerugian finansial.