Category : IT | Sub Category : Software Posted on 26-Nov-2025 10:54:33
Sejumlah situs ternama, termasuk X dan ChatGPT, tidak bisa dibuka. Hal ini diduga karena masalah yang dialami perusahaan infrastruktur internet terkemuka, Cloudflare. Ribuan pengguna melaporkan masalah dengan X dan layanan lainnya ke laman pemantauan gangguan Downdetector tak lama mereka tak bisa mengakses X.
Begitu pula laman ChatGPT hingga situs pemantauan cuaca, Ventusky yang tak bisa diakses karena masalah pada Cloudflare. Di Indonesia, masalah ini berdampak pada laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). "Cloudflare mengetahui dan sedang menyelidiki masalah yang berpotensi memengaruhi banyak pelanggan," demikian bunyi penjelasan Cloudflare seperti dikutip dari BBC, Selasa (18/11).
Cloudflare mengatakan bahwa layanan mereka telah mulai pulih. Meski demikian, pengguna internet mungkin akan mengalami tingkat kesalahan lebih tinggi saat mengakses beberapa situs. Cloudflare adalah raksasa penyedia keamanan internet di seluruh dunia. Perusahaan tersebut menyediakan layanan seperti memeriksa apakah koneksi pengunjung ke situs berasal dari manusia dan bukan bot. Sebanyak 20% dari semua situs web di seluruh dunia menggunakan layanannya dalam beberapa bentuk. Meski demikian, belum jelas berapa banyak situs web yang terdampak.
Masalah yang berdampak pada layanan Cloudflare muncul setelah gangguan yang memengaruhi Amazon Web Services bulan lalu. Saat itu, gangguan menyebabkan lebih dari 1.000 situs dan aplikasi offline.
RINGKASAN:
1. Sejumlah situs ternama seperti X, ChatGPT, hingga BMKG tidak dapat diakses oleh pengguna. Gangguan ini diduga berasal dari masalah yang dialami oleh perusahaan infrastruktur internet, Cloudflare.
2. Pihak Cloudflare telah mengetahui dan menyelidiki masalah yang berpotensi memengaruhi banyak pelanggan. Layanan dilaporkan telah mulai pulih meskipun pengguna masih mungkin mengalami tingkat kesalahan yang lebih tinggi.
3. Cloudflare merupakan raksasa penyedia keamanan internet yang layanannya digunakan oleh 20% situs web di seluruh dunia. Belum ada kepastian mengenai berapa banyak situs yang terdampak oleh gangguan tersebut.