Pelatihan Penanganan Sampah Organik

Category : Informasi | Sub Category : Umum Posted on 04-Aug-2023 13:27:54


Pelatihan Penanganan Sampah Organik

PT SUNTHI SEPURI

ARTIKEL PELATIHAN PENANGAAN SAMPAH ORGANIK PLANT CIKUPA


Juli 2023

 

Istilah sampah organik mungkin cukup sering didengar, namun masih banyak yang belum mengetahui secara rinci apa yang dimaksud dengan jenis sampah ini. Sampah jenis organik merupakan salah satu jenis sampah yang berasal dari molekul organik, beberapa contoh jenis sampah organik antara lain sampah makanan, berbagai macam daun-daunan atau tanaman.

Sampah organik berasal dari bahan-bahan yang mengalami dekomposisi, pelapukan atau penguraian secara alami,

penguraian sampah organik juga dapat dipercepat dengan bantuan manusia melalui berbagai cara.

 

Sampah organik dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu organik basah dan organik kering, masing-masing memiliki karakter tersendiri, antara lain :

 

a. Sampah Organik Basah

Sampah jenis organik basah adalah sampah alami yang memiliki kandungan air yang cukup tinggi, sampah ini lebih cepat membusuk dan terurai secara alami daripada sampah organic kering. Pembusukan ini disebabkan oleh faktor kelembaban yang tinggi, contohnya adalah sisa sayuran atau buah-buahan.

b. Sampah Organik Kering

Sampah organik kering merupakan sampah alami yang tidak banyak mengandung air, contohnya adalah ranting

pohon, dan daun-daunan kering. Proses penguraian sampah jenis ini lebih lama dibanding sampah jenis organik basah.

 

Manfaat Sampah Organik :

 

1.            Menjadi Pupuk Kompos, Pupuk kompos adalah bahan-bahan organik yang sudah mengalami proses pelapukan karena terjadi interaksi antara mikroorganisme atau bakteri pembusuk yang bekerja didalam bahan organic tersebut (proses selama 3 bulan)

2.           Menjadi Eco-Enzyme, Eco-Enzyme adalah larutan multifungsi yang dihasilkan melalui proses fermentasi. Untuk formula perbandingan 1:3:10 harus sesuai (proses selama 21 hari), warnanya kecoklatan (muda/tua) dan berbau asam manis seperti bau rasa fermentasi (Tapei).


Cara Membuat Pupuk Kompos dari Sampah Organik

Alat Membuat Pupuk Kompos :

  • Wadah berukuran besar dengan penutup (tong atau ember)
  • Sarung tangan

Bahan Membuat Pupuk Kompos :

  • Sampah Organik (Daun-daunan kering)
  • Tanah
  • Air secukupnya
  • POC (Pupuk Organik Cair) / EM4

 

Cara Membuat Pupuk Kompos :

1.           Siapkan daun - daunan kering. 

2.           Setelah itu, taruh daun kering ke dalam sebuah wadah yang ada penutupnya. 

3.           Campurkan sampah organik dengan tanah dan POC (pupuk organik cair/EM4). 

4.           Tambahkan air lalu aduk agar bahan-bahan tercampur merata. 

5.           Tutup wadah pupuk dan diamkan selama tiga bulan. 

6.           Disarankan setiap minggunya ditambahkan air untuk menjaga kelembapan. 

7.           Setelah 3 bulan, pupuk siap digunakan.





Cara Membuat Eco - Enzyme dari Sampah Organik

Alat Membuat Eco - Enzyme :

  • Wadah/galon bekas dengan penutup
  • Timbangan

Bahan Membuat Eco - Enzyme :

  • Sampah organik sisa sayur-sayuran dan buah-buahan
  • Gula Merah Tebu
  • Air bersih

Cara Membuat Eco - Enzyme :

  1. Timbang bahan-bahan utamanya sesuai dengan formula perbandingan 1:3:10.
  2. Lalu bahan-bahan semua di cuci bersih.
  3. Larutkan gula merah kedalam wadah yang sudah diisi dengan air bersih.
  4. Masukkan sisa sayur-sayuran dan buah-buahan kedalam wadah dan aduk dengan rata.
  5. Tutup wadah dan biarkan selama 21 hari untuk proses fermentasi.
  6. Buka tutup wadahnya setiap 5 hari sekali untuk melepaskan gas O3 yang ada didalam wadah tersebut.
  7. Setelah 21 hari, Eco - Enzyme siap digunakan




Foto - Foto Pelatihan Penanganan Sampah Organik Tanggal 07 Juli 2023 di Plant Cikupa


  

  

  




  
likes • 0 comments

    Berita Terbaru