Category : Informasi | Sub Category : Umum Posted on 07-Aug-2026 09:16:47
Meta Platforms menyiapkan agen kecerdasan buatan atau AI
pribadi yang ditujukan untuk miliaran pengguna. Langkah ini menandai upaya
perusahaan milik Mark Zuckerberg untuk menantang dominasi OpenAI dan Google
dalam pengembangan AI generatif. Dalam paparan kinerja kuartal II 2026,
Zuckerberg mengatakan perusahaan tengah mengembangkan agen AI yang mampu
bekerja atas nama pengguna selama 24 jam sehari.
Agen tersebut dirancang untuk membantu berbagai aktivitas,
mulai dari meningkatkan produktivitas, menjaga kesehatan, mengelola hubungan,
hingga membantu mengatur keuangan. "Segera kita akan memiliki agen yang
dapat bekerja 24 jam sehari dalam seminggu atas nama Anda untuk membantu
mencapai tujuan dan meningkatkan kehidupan, kesehatan, hubungan, keuangan, atau
apa pun yang Anda inginkan," kata Zuckerberg dalam paparan kinerja
perusahaan dikutip dari The Verge, Kamis (30/7). Menurutnya, pengembangan agen
AI saat ini memang lebih dulu berkembang di bidang pemrograman atau coding.
Namun, Meta memilih pendekatan berbeda dengan membangun
produk yang mudah digunakan oleh masyarakat umum, bukan hanya kalangan teknis. "Untuk
membangun agen pribadi yang hebat, ini harus menjadi produk konsumen yang
langsung berfungsi dan cukup mudah diadopsi oleh miliaran orang," ujarnya.
Strategi tersebut menjadi pembeda dibandingkan OpenAI dan Anthropic yang lebih
agresif mengembangkan agen AI untuk kebutuhan coding maupun perusahaan.
Sementara itu, Google juga telah memperkenalkan agen AI
melalui Gemini Spark yang berfokus membantu berbagai aktivitas pengguna. Meta
menilai pasar agen AI masih sangat terbuka. Selain itu juga akan menjadi
fondasi bagi gelombang produk serta sumber pendapatan perusahaan pada masa
mendatang.
"Ini akan menjadi fondasi untuk gelombang produk dan
lini pendapatan kami berikutnya dalam beberapa bulan dan tahun mendatang,"
kata Zuckerberg. Selain untuk pengguna individu, Meta juga mulai memperluas
penggunaan agen AI di sektor bisnis. Zuckerberg mengungkapkan lebih dari satu
juta pelaku usaha telah menggunakan agen AI Meta setiap pekan melalui WhatsApp
dan Messenger.
Layanan serupa kini juga mulai diperluas ke Instagram. Meski
demikian, langkah Meta tidak lepas dari tantangan. Dibandingkan Google maupun
Microsoft, Meta tidak memiliki ekosistem produktivitas seperti email dan
dokumen yang dapat menjadi sumber konteks bagi agen AI.
Di sisi lain, perusahaan juga masih menghadapi tantangan
membangun kepercayaan pengguna terkait pemanfaatan data pribadi. Ambisi besar
Meta juga tercermin dari besarnya investasi yang digelontorkan untuk AI.
Perusahaan memperkirakan belanja modal pada 2026 mencapai US$ 130 miliar atau
Rp 2.350,14 triliun (kurs Rp 18.078 per dolar AS) hingga US$ 145 miliar atau Rp
2.621,31 per dolar AS, terutama untuk memperkuat infrastruktur komputasi AI.
Meta juga baru mengumumkan pembangunan kampus pusat data
berkapasitas 1 gigawatt bersama BlackRock sebagai bagian dari ekspansi
infrastruktur AI. Selain itu, perusahaan dilaporkan telah merestrukturisasi
sekitar tujuh ribu karyawan untuk mempercepat pengembangan AI, meski sebelumnya
juga melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar delapan ribu pegawai
pada Mei 2026. Dalam kesempatan yang sama, Zuckerberg juga mengungkapkan
Instagram kini telah memiliki lebih dari dua miliar pengguna aktif harian. Angka
ini dinilai menjadi salah satu modal utama Meta untuk memperluas adopsi layanan
AI kepada pengguna di seluruh dunia.